KPR Konvensional atau Syariah
Property

KPR Konvensional atau Syariah? Ini Perbedaannya

KPR menjadi salah satu cara untuk bisa membeli rumah. Untuk melakukan KPR, maka Anda harus menggunakan bank sebagai perantaranya. Namun, tidak sedikit yang bingung untuk memilih antara KPR syariah atau dengan KPR konvensional. Untuk membantu Anda, perhatikan perbedaan berikut ini:

  • Akad/Kesepakatan

Dalam KPR syariah terdapat akad murabahah yang merupakan akad atau kesepakatan jual beli antara bank dengan nasabah. Bank syariah membeli barang dahulu kemudian menambahkan keuntungan margin yang sudah disepakati sebelum akhirnya dibeli oleh nasabah. Sedangkan di bank konvensional, transaksi jual beli harus sesuai dengan ketentuan dan syarat dari bank.

  • Suku Bunga

KPR konvensional menggunakan bunga yang nilainya sudah ditetapkan oleh bank. Besar bunga yang dibebankan bisa berubah-ubah sesuai dengan ketentuan. Sedangkan untuk KPR syariah, menggunakan bunga flat. Sehingga besar bunga yang dibayarkan per bulannya tetap sama.

  • Tenor Kredit

Bank konvensional umumnya memiliki tenor KPR yang lebih panjang dibandingkan dengan bank syariah. Misalnya, bank syariah A memberikan tenor (masa pelunasan) selama 10-15 tahun. Sedangkan bank konvensional A memiliki tenor KPR hingga 25 tahun.

  • Denda dan Pinalti

Ada beberapa biaya tambahan dana yang diberikan bank konvensional ke debitur. Misalnya penalti untuk pelunasan kredit di awal sebelum KPR tersebut selesai. Sedangkan di KPR syariah, tidak ada istilah denda dan pinalti. Walaupun Anda melunasi 2 bulan sebelum tenor habis, maka Anda tetap tidak akan dikenakan biaya penalti.

Untuk denda, biasanya dibebankan kepada debitur KPR konvensional jika membayar lebih dari waktu yang ditentukan atau lebih dari jatuh tempo. Sedangkan di KPR syariah, tidak ada denda walaupun konsumen terlambat untuk membayar cicilan.

Itulah perbedaan antara KPR konvensional dengan KPR syariah. Anda bebas untuk memilih apakah akan memilih cara yang konvensional atau syariah. Namun, sebelum Anda memilih, pastikan persyaratan  dan ketentuan yang berlaku tidak memberatkan Anda. jangan lupa untuk selalu mengatur kondisi keuangan Anda agar Anda tidak telat membayar kredit sesuai dengan waktu yang ditentukan.